Selamat datang di website SMK N 2 Yogyakarta. Silakan manfaatkan berbagai layanan yang kami sediakan sebaik-baiknya. Terimakasih telah berkunjung.


 
Microsoft Undang 4 SKPD Bahas Rancangan Kerjasama dengan Pemda DIY
Balai Tekkomdik DIY - Microsoft Indonesia mengundang empat SKPD di lingkungan Pemda DIY, untuk membahas draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Microsoft Indonesia dengan Pemda DIY. Keempat SKPD itu adalah Dinas Kominfo DIY, Dinas Pariwisata DIY, Dinas Kebudayaan DIY, dan Dinas Pendidikan DIY. Kegiatan pembahasan rancangan PKS ini dilaksanakan di Hotel Phoenix Yogyakarta, Rabu (10/8). 

Dalam arahannya, Director of Corporate Affairs Microsoft Indonesia, Ruben Hattari menyampaikan bahwa pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang telah dilakukan dengan Gubernur DIY pada 7 bulan yang lalu. Pada saat itu, Microsoft menawarkan kerja sama kepada Pemerintah DIY, untuk mewujudkan "Smart Province". 

"Hari ini kami ingin mendengar masukan-masukan dari 4 SKPD yang kami undang, sebagai bahan penyusun draft Perjanjian Kerja Sama, antara Microsoft Indonesia dengan Pemda DIY", terang Ruben.

Kesempatan pertama untuk menyampaikan masukan diberikan kepada Dinas Kominfo DIY.  Sugeng Wahyudi, Kabid Manajemen Informatika Dinas Kominfo DIY, menyatakan bahwa yang dibutuhkan sekarang di Pemda DIY adalah Big Data - Integrated Digital Media Center. "Sebenarnya kita sudah punya semua data itu, tetapi semuanya masih terpisah di masing-masing SKPD. Kami ingin menggabungkannya dalam sebuah Big Data yang terintegrasi secara digital", ungkapnya. 

Lebih lanjut, Sugeng Wahyudi menambahkan, setelah seluruh data terkumpul dalam Big Data di Dinas Kominfo, maka selanjutnya Kominfo ingin membuat aplikasi Jogja Single Window. Aplikasi ini dipergunakan untuk mengakses seluruh layanan yang ada di Pemda DIY, termasuk seluruh data strategis yang ada di Big Data Kominfo. "Saat ini masing-masing SKPD mempunyai layanan sendiri-sendiri. Kami ingin, sebagi pintu masuknya, ada satu aplikasi yang kami sebut sebagai Jogja Single Window", terangnya.

Hal senada disampaikan oleh Johan dari Dinas Pariwisata DIY. Masalah yang dimiliki di bidang Kepariwisataan adalah belum adanya portal khusus untuk menjembatani seluruh event kepariwisataan yang ada di Jogja. Selama ini, masing-masing Kabupaten, bahkan masing-masing penyelenggara wisata, mempunyai portal tersendiri. Sehingga mengakibatkan, beberapa event yang sebenarnya bagus, tetapi menjadi sepi peminat, karena berbarengan dengan event lain yang lebih besar dan gencar promosinya. 

Sementara itu, Sambodo dari Dinas Kebudayaan DIY, menyampaikan masukan, agar Microsoft Indonesia, mampu membuatkan sistem yang menjadi pendukung keputusan pada Dinas Kebudayaan DIY. "Hampir sama dengan Dinas Pariwisata, kami ingin agar ada aplikasi yang bisa menganalisis data dan mendukung keputusan. Contohnya apabila seseorang ingin membuat acara di venue budaya, kami ingin aplikasi tersebut bisa memberikan informasi, berapa harga sewa tempatnya, tiketnya, sampai kapan tanggal-tanggal yang kosong untuk membuat acara", katanya.

Selain itu, Sambodo juga memiliki usulan yang cukup menarik, terkait Jogja CCTV Trip. "Di setiap sudut kota Jogja, sekarang ada CCTV. Bagaimana kita bisa mengintegrasikan beberapa CCTV itu dalam satu aplikasi yang bertajuk paket wisata Budaya, Jogja CCTV Trip. Contohnya, apabila seseorang ingin mengetahui Sumbu Imajiner Jogja, maka nanti aplikasi tersebut bisa mengarahkan pengunjung untuk melihat kondisi terkini di area sumbu imajiner Jogja, seperti Tugu, Malioboro, dan Kraton", jelasnya. 

Kesempatan terakhir untuk menyampaikan pendapat, disampaikan oleh Mulyanta, PPTK Seksi Layanan dan Promosi dari Balai Tekkomdik DIY, sekaligus mewakili SKPD Dinas Dikpora DIY. Menurut Mulyanta, ada banyak aplikasi yang bisa dikembangkan untuk mendukung pendidikan. Contohnya adalah aplikasi yang memanajemen Big Data Pendidikan/Dapodik. Aplikasi ini nantinya bisa digunakan untuk mendukung keputusan, misalnya untuk menentukan penyerapan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Selain itu, Mulyanta juga mengapresiasi Program E-Raport yang telah dikembangkan oleh Tim Microsoft Innovation Center (MIC), yang siap diluncurkan untuk masyarakat luas. "Kami yakni penggunaannya akan sangat ditunggu-tunggu oleh para Guru, karena dengan adanya aplikasi e-Raport, akan memudahkan para Guru dalam menyusun rapor para siswa", terangnya. 

Pelatihan untuk Guru menjadi concern selanjutnya untuk diperhatikan. Mulyanta juga berharap Microsoft dapat menjadikan Balai Tekkomdik sebagai Certiport Authorized Training Center. "Dengan menjadikan Balai Tekkomdik sebagai CATC Microsoft, maka kami dapat memberikan sertifikasi bertaraf internasional bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang mendapatkan pelatihan Microsoft di Balai Tekkomdik. Hal itu tentu sangat menguntungkan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan di DIY", ujarnya. 

Terkait Program ICT EQEP, Mulyanta juga mengusulkan agar Microsoft bisa membantu melisensi PC-PC yang saat ini masih terinstal Linux, agar pemanfaatan Lab ICT EQEP menjadi lebih optimal. 

Sementara terkait dengan Office 365, Balai Tekkomdik DIY mengusulkan agar Microsoft memberikan free license Office 365 kepada seluruh sekolah yang akan memakainya. Mulyanta juga mengusulkan, agar Microsoft membuat aplikasi yang bisa mendekati anak-anak muda yang suka berkumpul di tempat-tempat tertentu. "Aplikasi ini untuk memudahkan para anak-anak muda menemukan working space, yakni berupa hotspot area yang dapat mereka gunakan untuk berkumpul dan mengerjakan hal-hal yang bermanfaat", ujarnya.

----- 

Ruben Hattari, Director of Corporate Affairs Microsoft Indonesia, menyambut baik seluruh masukan yang disampaikan oleh 4 SKPD yang diundang. "Selanjutnya kami akan mengajukan draft Perjanjian Kerja Sama ke seluruh SKPD, berdasarkan usulan-usulan yang telah disampaikan. Selain itu, kami juga akan membuat problem statement, yang akan kami lemparkan kepada masyarakat, anak-anak muda, dan komunitas-komunitas TIK di DIY. Nantinya mereka kami minta untuk membantu menciptakan problem solving, guna mengatasi berbagai permasalahan yang telah diungkapkan oleh SKPD di DIY", tutupnya. (m.tok)