Selamat datang di website SMK N 2 Yogyakarta. Silakan manfaatkan berbagai layanan yang kami sediakan sebaik-baiknya. Terimakasih telah berkunjung.


 
OpenSuse adakan acara Konferensi Tingkat Dunia di Yogyakarta, Balai Tekkomdik DIY menjadi salah satu Keynote Speaker
Balai Tekkomdik DIY - OpenSuse, sebuah vendor yang bergerak di bidang pengembangan Sistem Operasi Linux, mengadakan acara konferensi tingkat dunia di Yogyakarta. Melalui acara yang bertajuk "OpenSuse Asia Summit 2016", OpenSuse mempertemukan para pengembang, kontributor, dan pengguna OpenSuse di seluruh Dunia, terutama di kawasan Asia, pada pertemuan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 1 dan 2 Oktober 2016, di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Pada pertemuan ini, para pengembang, kontributor, dan pengguna OpenSuse dari seluruh Dunia saling bercerita tentang bagaimana mereka mengembangkan, berkontribusi, serta menggunakan Linux OpenSuse dalam mendukung kegiatan sehari-hari mereka. Tercatat lebih dari 100 pembicara tampil dalam forum ini, yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari seluruh dunia. 
Salah satu pembicara dalam forum ini, yang juga menjadi keynote speaker, adalah Kepala Balai Tekkomdik DIY, Dra. Isti Triasih. Dalam pemaparannya, Ibu Isti menceritakan bahwa Linux OpenSuse sangat dekat keberadaannya dengan Pemerintah Daerah DIY, terutama Dinas Dikpora DIY, dan juga Balai TekkomdiK DIY. Mengapa, karena terdapat salah satu Program Kerja Pemda DIY di bidang pendidikan, yakni Program ICT EQEP, yang menggunakan Linux OpenSuse sebagai sistem operasinya. 
"Dalam program ICT EQEP tersebut, terdapat 500 sekolah, yang terdiri dari 300 SD dan 200 SMP yang tersebar di 77 Kecamatan se-DIY. Pada masing-masing sekolah, terdapat 21 Komputer yang telah terinstal Linux OpenSuse versi 12.4. Ini artinya, minimal telah terdapat 10.500 komputer di seluruh DIY yang menggunakan Linux OpenSuse", terangnya. 
Melalui forum ini, Ibu Isti juga menyampaikan keberhasilan-keberhasilan yang telah diraih dalam program ICT EQEP. Salah satunya adalah pemerataan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berbasis teknologi bagi seluruh siswa hingga ke pelosok daerah di seluruh DIY. 
Namun demikian, Ibu Isti juga menyampaikan beberapa keluh kesah Guru dalam menggunakan OpenSuse. Beberapa Guru masih menyukai menggunakan sistem operasi Windows dikarenakan tampilan yang sudah lebih familiar. Oleh karena itu, Ibu Isti memberikan masukan, agar di versi yang terbaru, OpenSuse memiliki desain yang lebih user friendly. Hal ini tentu dimaksudkan agar para Guru tetap bersemangat dalam menggunakan OpenSuse sebagai sistem operasi pendukung pembelajaran berbasis TIK di DIY. (m.tok)