Selamat datang di website SMK N 2 Yogyakarta. Silakan manfaatkan berbagai layanan yang kami sediakan sebaik-baiknya. Terimakasih telah berkunjung.


 
Pertunjukan Drama Kolosal untuk Memperingati HUT RI ke-72


Pertunjukan Drama Kolosal untuk Memperingati HUT RI ke-72

Kamis (17/8), merupakan Hari Kemerdekaan Republik
Indonesia yang ke-72. Tahun ini SMK Negeri 2 Yogyakarta diberi kepercayaan
untuk menjadi petugas upacara untuk memperingati Hari Kemerdekaaan republik
Indonesia yang Ke-72. Suatu kebangganan tersendiri untuk SMK Negeri 2
Yogyakarta karena dapat menjadi petugas dalam upacara yang penting ini.



Upacara dilaksanakan di Lapangan SMK Negeri 2
Yogyakarta dan dimulai pukul 07.00 WIB. Upacara yang dihadiri oleh Camat Jetis
yaitu Bapak Drs. Ananto Wibowo dan beberapa
anggota TNI serta perwakilan kelas dari beberapa sekolah
yang berada di Kecamatan Jetis ini berlangsung lancar dan hikmat. Para peserta
upacara mengikuti upacara dengan tertib.



Namun ada yang berbeda pada diakhir upacara kali
ini. Pasalnya diakhir upacara terdapat penampilan drama kolosal yang diperankan
oleh beberapa siswa-siswi SMK Negeri 2 Yogyakarta. Drama kolosal yang diambil
dari kisah perjuangan Nyi Ageng Serang ini berlangsung meriah. Para peserta
upacara sangat antusias menonton pertunjukan ini.



Pertujukan ini diperankan oleh beberapa anggota DA
(Dewan Ambalan) dan beberapa anggota Teater SMKN 2 Yogyakarta. Drama ini
dibawakan dengan menggunakan bahasa Jawa yang menambah unsur kebudayaan yang
kuat. Selain menggunakan bahasa Jawa, dalam drama ini juga terdapat beberapa
properti pendukung dan kuda sebagai ciri khas Nyi Ageng Serang.



Lancarnya pertunjukan drama kolosal ini tidak lepas
dari latihan rutin dari para pemain setiap harinya. Tak hanya itu properti
pendukung juga dibuat sendiri oleh beberapa siswa-siswi yang bergabung dalam
organisasi Dewan Ambalan SMKN 2 Yogyakarta.



“ Latihan FKR ini banyak tantangannya. Dari personel
yang banyak nggak dateng harus dimental ini itu, harus disuruh keliling
lapangan. Karena pemberitahuan yang mendadak kami hanya latihan selama
seminggu.”
Ucap Oktina (XII TGB 3)
yang berperan sebagai Nyi Ageng Serang.



Para pemain dilatih oleh beberapa guru SMKN 2
Yogyakarta yaitu Bapak Sunardi, Bapak Wahyu, Bu Eko, Bapak Saka, dan beberapa
alumni.



“ Jujur saya belum pernah naik kuda, naik kuda baru
tadi pagi pertama naik kuda tanganku gemeteran, tapi alhamdulillah lancar.”
Tutur Oktina yang baru pertama kali menaiki kuda untuk melengkapi perannya
sebagai Nyi Ageng Serang.



“ Karena Nyi Ageng Serang merupakan wanita yang
dapat memimpin semua warga. Jadi, kaum wanita bukan untuk diinjak-injak, namun
untuk dihormati” jelas Diyon Saputro (XII MM 1) saat ditanya mengapa memilih
kisah dari Nyi Ageng Serang.



Kendala pada saat pertunjukan hanya pada microphone yang sering mati. Namun
secara keseluruhan pertunjukan drama ini berjalan lancar dan penonton puas
dengan pertunjukan ini.



Kisah Nyi Ageng Serang sendiri menunjukan bahwa
sulitnya mengusir penjajah Belanda pada waktu itu. Namun semangat juang Nyi
Ageng Serang dan para rakyat Jawa yang besar membuahkan hasil. Untuk itu kita
harus menghargai para pahlawan yang sudah mengorbankan hidupnya untuk melawan
para penjajah dan merebut kembali Indonesia dari tangan penjajah. Dan kewajiban
kita selanjutnya adalah meneruskan jasa pahlawan dengan menjadi generasi muda
yang dapat membangun negeri ini menjadi lebih baik dan lebih maju. Sehingga
Indonesia dapat dipandang baik oleh bangsa lain.



 



Dirgahayu Indonesia Ke-72



Indonesia Kerja Bersama



 



Narasumber : Oktina Dwi
Prasetyani (XII TGB 3)



                      Diyon Saputro (XII MM 1)